Rabu, 04 Januari 2017

MENYUSUN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Dalam menyusun strategi belajar mengajar hal-hal yang perlu diperhatikan : 

JAWABAN UAS SBM:
Dalam menyusun strategi belajar mengajar hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a.       Merencanakan standar dan kurikulum*
Jawaban saya:
(skor = 5 ; Sangat setuju)
Alasannya     : karena perencanaan pembelajaran dianggap sangat penting agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
Pentingnya Perencanaan Pembelajaran seperti yang diunkap dalam buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul Majid bahwa inti proses pendidikan adalah pembelajaran. Inilah aktivitas rutin yang dilakukan guru sehari-hari. Agar program yang mereka lakukan lebih terarah, mereka harus tahu kurikulum yang dirilis pemerintah. Informasi dari kurikulum itulah sebagai bahan mereka untuk menyusun silabus dan rencana pembelajaran. Guru selayaknya dapat memahami tentang semua aktivitas teknik menyangkut pembelajaran secara baik. Tidak hanya itu, penting juga informasi tentang standar kompetensi yang seharusnya dimiliki guru sendiri.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik. M. Sobry Sutikno dalam bukunya Pengelolaan Pendidikan Tinjauan Umum dan Konsep Islami menegaskan bahwa perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu lembaran kertas mutiara buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul majid mengemukakan beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1)      Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
2)    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
3)    Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
4)  Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
5)      Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
6)      Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
Melihat manfaat di atas, maka perencanaan pembelajaran sangat perlu dilakukan oleh para guru, sesuai tujuannya yaitu agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
                              
b.      Pra penilaian*
Jawaban saya:
(skor = 3; antara tidak setuju dan setuju )
Alasannya     : karena pra penilaian ini bisa digunakan sebagai alat evaluasi bagi guru untuk mengukur kemampuan siswanya jadi itu tergantung dari gurunya saja yang ingin melakukan tes penilaian awal atau tidak sehingga itu tidak menjadi masalah karena tanpa penilaian awal guru juga bisa mengukurnya melalui evaluasi di akhir pembelajaran.
Guru dituntut untuk mampu memilih dan menggunakan Alat evaluasi yang tepat dan bermanfaat dalam memberikan umpan balik yang bernilai positif bagi pendidik dan sekolah sehingga pada akhirnya assesment pembelajaran dari sekolah atau institusi dimana proses pembelajaran itu berlangsung dapat menjadi nilai plus bagi kualitas sekolah itu sendiri.dan beberapa hal yang harus diperhatikan dan dikuasai oleh para evaluator adalah dalam membuat alat evaluasi sebagai assesment tools diantaranya :
·         Pembuatan Quiz
·         Pembuatan assignment untuk siswa
·         Pembuatan pre test dan post tes dalam berbagai tipe soal
·         Self test bagi siswa
·         Presentasi jawaban
Sehingga peserta didik (siswa didik) yang melaksanakan Evaluasi tersebut lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai test, baik pre test atau post test, test sumatif atau formatif, baik evaluasi yang dilakukan oleh evaluator dari luar maupun dari dalam, tidak akan menjadi faktor utama yang perlu dikhawatirkan dalam penilaian assesmen pembelajaran bagi hasil evaluasi mereka.
c.       Membangun budaya pembelajaran yang positif*
Jawaban saya:
(skor = 4; setuju)
Alasannya     : karena sangat penting membangun budaya pembelajaran yang positif akan mampu menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin sehingga diharapkan siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik.
Sekolah yang aman, nyaman dan disiplin adalah sekolah yang warga sekolahnya bebas dari rasa takut, kondusif untuk belajar dan hubungan antar warga sekolahnya juga positif. Sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin menyediakan lingkungan fisik (gedung, kelas, halaman) sekolah yang bersih dan aman.
Selain aspek keamanan fisik, kenyamanan atau disebut iklim sekolah, yaitu menyangkut atmosfir, perasaan, lingkungan keseluruhan secara sosial dan emosional sekolah juga harus diciptakan secara positif. Faktor yang mempengaruhi kenyamanan atau iklim sekolah ini adalah hubungan atau keterikatan antar warga sekolah, interaksi antar warga sekolah, rasa saling mempercayai dan saling menghargai antar warga sekolah. Bila keadaan faktor-faktor tersebut tinggi maka semakin positif iklim sekolah tersebut.
Keamanan, kenyamanan dan kedisiplinan suatu sekolah ditentukan oleh nilai-nilai dan sikap warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah. Pada sekolah yang aman, warga sekolah mempunyai komitmen yang mendalam dalam menciptakan dan menjaga sekolah. Insiden intimidasi, kekerasan diselesaikan dengan cepat, efektif dan pemulihan hubungan antar warga sekolah cepat dipulihkan.
d.      Menggali dan mengaktivasi pengetahuan awal*
Jawaban saya:
(skor = 5; sangat setuju)
Alasannya     : karena pengetahuan awal atau apersepsi siswa dalam pengajaran yaitu menghubungan pelajaran lama dengan pelajaran baru, sebagai batu loncatan sejauh mana anak didik menguasai pelajaran lama sehingga dengan mudah menyerap pelajaran baru. Disaat kita akan mengajar sebuah konsep apa saja pada siswa, guru sebaiknya memahami bahwa setiap siswa memiliki pengalaman, sikap dan kebiasaan yang berbeda, agar dapat menggali dan menghubungkan pengalaman, sikap dan kebiasaan siswa terhadap konsep yang akan kita ajarkan perlu kiranya kita kaitkan dengan apersepsi.
Berdasarkan penelitian dari beberapa ahli, Pintrinch menyimpulkan pengetahuan awal yang tidak akurat dapat menghalangi perkembangan siswa dan kekurangan pengetahuan awal tidak memungkinkannya untuk maju. Hasil eksperimen Biemans dan Simons menunjukkan bahwa mengarahkan miskonsepsi melalui instruksi dan memberikan saran kepada siswa bahwa pengetahuan baru bisa tidak konsisten dengan apa yang telah diketahui, dapat membantunya belajar. Chan et al membuktikan pengetahuan awal memainkan peran mediasi didalam menggerakkan aktivitas yang konstruktif. Penelitian Barclay menunjukkan bahwa pemahaman terhadap suatu teks tergantung pada penerapan pengetahuan awal yang relevan yang tidak ada didalam teks.
Bagi guru, disaat akan mengajar sebuah konsep apa saja yang diberikan kepada siswa, guru sebaiknya memahami bahwa setiap siswa memiliki pengalaman, sikap dan kebiasaan yang berbeda, agar dapat menggali dan menghubungkan pengalaman, sikap dan kebiasaan siswa terhadap konsep yang akan guru ajarkan perlu kiranya guru mengkaitkan dengan apersepsi.
Apersepsi berarti penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide baru. Secara umum fungsi apersepsi dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk membawa dunia mereka ke dunia kita. Artinya, mengaitkan apa yang telah diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari.
e.       Memperoleh pengetahuan baru*
Jawaban saya:
(skor = 4 ; setuju)
Alasannya     :  karena siswa yang telah memperoleh pengetahuan baru dari yang telah ia pelajari selama proses pembelajaran akan dapat belajar dengan baik jika telah siap baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Oleh karena itu siswa akan menggunakan pengetahuan awalnya untuk menapsirkan dan menginformasikan pengalamannya. Penafsiran ini akan membangun pemahaman yang dipengaruhi oleh pengetahuan awal itu. Dengan demikian guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk dikaitkan dengan bahan yang akan dipelajarinya sehingga membuat belajar menjadi lebih mudah dan bermakna.
f.       Mengelola pembelajaran lebih bermakna dan mendalam*
Jawaban saya:
(skor = 4 ; setuju)
Alasannya     : karena salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dalam prosesnya pengelolaan tersebut harus diarahkan hingga menjadi suatu proses bermakna dan kondusif dalam pembentukan kemampuan siswa. Oleh karena itu, kegiatan belajar selain dikembangkan secara sistematis, efektif dan efisien juga perlu variasi kegiatan sebagai alternatif untuk menumbuh kembangkan motivasi dan aktivitas siswa dalam belajar.
g.      Mengevaluasi pembelajaran siswa*
Jawaban saya:
(skor = 5 ; Sangat setuju)
Alasannya     : karena mengevaluasi proses pembelajaran siswa sangat diperlukan oleh guru dalam rangka untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang pendidik, untuk melihat atau mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang dicapai.
Evaluasi adalah sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai.
Fungsi evaluasi proses pengajaran adalah:
1)      Untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan anak didik setelah melakukan kegiatan belajar.
2)      Untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan suatu metode yang digunakan
3)      Untuk mencari perbaikan
Tujuan evaluasi proses pengajaran adalah untuk menilai keefektifan dan efesiensi kegiatan mengajar sebagai bahan untuk perbaikan atau penyempurnaan program dan pelaksanaannya.
Kesimpulan        :
·         Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001). Begitu banyak tahapan pembelajaran yang harus guru pelajari guna mendukung kegiatan pembelajarannya. Namun pada umumnya, secara sederhana tahapan pembelajaran terdiri dari tahap pra pembelajaran, penyajian pembelajaran dan tindak lanjut pembelajaran. Dengan mengetahui berbagai proses pembelajaran diharapkan seorang guru dapat menerapkan semua proses tersebut didalam kegiatan pembelajarannya, hal ini dimaksudkan agar pembelajaran lebih sesuai dengan tujuan yang diharapkan, lebih optimal, lebih terstruktur, lebih menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menarik, efektif, dan efesien.
·         Berdasarkan alasan-alasan diatas penulis dapat memberi kesimpulan, bahwa pentingnya Strategi dalam Proses Belajar Mengajar itu sangat penting untuk membangun, mendidik dan menciptakan anak didik yang memiliki potensi dan pola pikir yang baik dan positif. Sebab bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru yang profesional dan menjalankan tugas pangilannya untuk memberikan apa yang telah diketahui kepada siswa di kelas.         
·         Tanggung jawab dalam melayani siswa adalah besar dan itu yang menentukan arah pendidikan suatu bangsa. Bukan hanya kecerdasan intelektual saja yang dibutuhkan melainkan harus pandai dalam menyampaikan kepada peserta didik dengan metode-metode, teknik-teknik dan strategi yang bijaksana agar proses belajar mengajar itu tidak monoton dan menyenakan bagi siswa serta mudah dicerna dan di pahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar