Dalam menyusun strategi belajar mengajar hal-hal yang perlu diperhatikan :
JAWABAN UAS SBM:
Dalam menyusun strategi
belajar mengajar hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Merencanakan
standar dan kurikulum*
Jawaban saya:
(skor = 5 ; Sangat setuju)
Alasannya : karena perencanaan pembelajaran dianggap sangat
penting agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
Pentingnya Perencanaan
Pembelajaran seperti yang diunkap dalam buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul Majid bahwa inti proses
pendidikan adalah pembelajaran. Inilah aktivitas rutin yang dilakukan guru
sehari-hari. Agar program yang mereka lakukan lebih terarah, mereka harus tahu
kurikulum yang dirilis pemerintah. Informasi dari kurikulum itulah sebagai
bahan mereka untuk menyusun silabus dan rencana pembelajaran. Guru selayaknya
dapat memahami tentang semua aktivitas teknik menyangkut pembelajaran secara
baik. Tidak hanya itu, penting juga informasi tentang standar kompetensi yang
seharusnya dimiliki guru sendiri.
Untuk mencapai tujuan
pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik. M. Sobry Sutikno dalam bukunya
Pengelolaan Pendidikan Tinjauan Umum dan Konsep Islami menegaskan bahwa
perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan
pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami
kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu lembaran
kertas mutiara buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul majid mengemukakan
beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1) Sebagai
petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
2) Sebagai
pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat
dalam kegiatan.
3) Sebagai
pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
4) Sebagai
alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan
dan kelambatan kerja.
5) Untuk
bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
6) Untuk
menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
Melihat manfaat di
atas, maka perencanaan pembelajaran sangat perlu dilakukan oleh para guru,
sesuai tujuannya yaitu agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif
dan efisien.
b. Pra
penilaian*
Jawaban saya:
(skor = 3; antara tidak setuju dan
setuju )
Alasannya : karena pra penilaian ini bisa digunakan
sebagai alat evaluasi bagi guru untuk mengukur kemampuan siswanya jadi itu
tergantung dari gurunya saja yang ingin melakukan tes penilaian awal atau tidak
sehingga itu tidak menjadi masalah karena tanpa penilaian awal guru juga bisa mengukurnya
melalui evaluasi di akhir pembelajaran.
Guru dituntut untuk
mampu memilih dan menggunakan Alat evaluasi yang tepat dan bermanfaat dalam
memberikan umpan balik yang bernilai positif bagi pendidik dan sekolah sehingga
pada akhirnya assesment pembelajaran dari sekolah atau institusi dimana proses
pembelajaran itu berlangsung dapat menjadi nilai plus bagi kualitas sekolah itu
sendiri.dan beberapa hal yang harus diperhatikan dan dikuasai oleh para
evaluator adalah dalam membuat alat evaluasi sebagai assesment tools
diantaranya :
·
Pembuatan Quiz
·
Pembuatan assignment untuk siswa
·
Pembuatan pre test dan post tes dalam
berbagai tipe soal
·
Self test bagi siswa
·
Presentasi jawaban
Sehingga peserta didik
(siswa didik) yang melaksanakan Evaluasi tersebut lebih mempersiapkan diri
dalam menghadapi berbagai test, baik pre test atau post test, test sumatif atau
formatif, baik evaluasi yang dilakukan oleh evaluator dari luar maupun dari
dalam, tidak akan menjadi faktor utama yang perlu dikhawatirkan dalam penilaian
assesmen pembelajaran bagi hasil evaluasi mereka.
c. Membangun
budaya pembelajaran yang positif*
Jawaban saya:
(skor = 4; setuju)
Alasannya : karena sangat penting membangun budaya
pembelajaran yang positif akan mampu menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan
disiplin sehingga diharapkan siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan
guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik.
Sekolah yang aman,
nyaman dan disiplin adalah sekolah yang warga sekolahnya bebas dari rasa takut,
kondusif untuk belajar dan hubungan antar warga sekolahnya juga positif. Sekolah
yang aman, nyaman, dan disiplin menyediakan lingkungan fisik (gedung, kelas,
halaman) sekolah yang bersih dan aman.
Selain aspek keamanan
fisik, kenyamanan atau disebut iklim sekolah, yaitu menyangkut atmosfir,
perasaan, lingkungan keseluruhan secara sosial dan emosional sekolah juga harus
diciptakan secara positif. Faktor yang mempengaruhi kenyamanan atau iklim
sekolah ini adalah hubungan atau keterikatan antar warga sekolah, interaksi
antar warga sekolah, rasa saling mempercayai dan saling menghargai antar warga
sekolah. Bila keadaan faktor-faktor tersebut tinggi maka semakin positif iklim
sekolah tersebut.
Keamanan, kenyamanan
dan kedisiplinan suatu sekolah ditentukan oleh nilai-nilai dan sikap warga
sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah. Pada
sekolah yang aman, warga sekolah mempunyai komitmen yang mendalam dalam
menciptakan dan menjaga sekolah. Insiden intimidasi, kekerasan diselesaikan
dengan cepat, efektif dan pemulihan hubungan antar warga sekolah cepat
dipulihkan.
d. Menggali
dan mengaktivasi pengetahuan awal*
Jawaban saya:
(skor = 5; sangat setuju)
Alasannya : karena pengetahuan awal atau apersepsi
siswa dalam pengajaran yaitu menghubungan pelajaran lama dengan pelajaran baru,
sebagai batu loncatan sejauh mana anak didik menguasai pelajaran lama sehingga
dengan mudah menyerap pelajaran baru. Disaat kita akan mengajar sebuah konsep
apa saja pada siswa, guru sebaiknya memahami bahwa setiap siswa memiliki
pengalaman, sikap dan kebiasaan yang berbeda, agar dapat menggali dan menghubungkan
pengalaman, sikap dan kebiasaan siswa terhadap konsep yang akan kita ajarkan
perlu kiranya kita kaitkan dengan apersepsi.
Berdasarkan penelitian
dari beberapa ahli, Pintrinch menyimpulkan
pengetahuan awal yang tidak akurat dapat menghalangi perkembangan siswa dan
kekurangan pengetahuan awal tidak memungkinkannya untuk maju. Hasil eksperimen Biemans dan Simons menunjukkan bahwa mengarahkan miskonsepsi melalui instruksi
dan memberikan saran kepada siswa bahwa pengetahuan baru bisa tidak konsisten
dengan apa yang telah diketahui, dapat membantunya belajar. Chan et al membuktikan pengetahuan awal
memainkan peran mediasi didalam menggerakkan aktivitas yang konstruktif.
Penelitian Barclay menunjukkan bahwa
pemahaman terhadap suatu teks tergantung pada penerapan pengetahuan awal yang
relevan yang tidak ada didalam teks.
Bagi guru, disaat akan
mengajar sebuah konsep apa saja yang diberikan kepada siswa, guru sebaiknya
memahami bahwa setiap siswa memiliki pengalaman, sikap dan kebiasaan yang
berbeda, agar dapat menggali dan menghubungkan pengalaman, sikap dan kebiasaan
siswa terhadap konsep yang akan guru ajarkan perlu kiranya guru mengkaitkan
dengan apersepsi.
Apersepsi berarti
penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide
baru. Secara umum fungsi apersepsi dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk
membawa dunia mereka ke dunia kita. Artinya, mengaitkan apa yang telah
diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari.
e. Memperoleh
pengetahuan baru*
Jawaban saya:
(skor = 4 ; setuju)
Alasannya : karena
siswa yang telah memperoleh pengetahuan baru dari yang telah ia pelajari selama
proses pembelajaran akan dapat belajar dengan baik jika telah siap baik berupa
pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Oleh karena itu siswa akan menggunakan
pengetahuan awalnya untuk menapsirkan dan menginformasikan pengalamannya. Penafsiran
ini akan membangun pemahaman yang dipengaruhi oleh pengetahuan awal itu. Dengan
demikian guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk dikaitkan dengan
bahan yang akan dipelajarinya sehingga membuat belajar menjadi lebih mudah dan
bermakna.
f. Mengelola
pembelajaran lebih bermakna dan mendalam*
Jawaban saya:
(skor = 4 ; setuju)
Alasannya : karena salah satu aspek yang mempengaruhi
keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran,
dalam prosesnya pengelolaan tersebut harus diarahkan hingga menjadi suatu
proses bermakna dan kondusif dalam pembentukan kemampuan siswa. Oleh karena
itu, kegiatan belajar selain dikembangkan secara sistematis, efektif dan
efisien juga perlu variasi kegiatan sebagai alternatif untuk menumbuh
kembangkan motivasi dan aktivitas siswa dalam belajar.
g. Mengevaluasi
pembelajaran siswa*
Jawaban saya:
(skor = 5 ; Sangat setuju)
Alasannya : karena mengevaluasi proses pembelajaran
siswa sangat diperlukan oleh guru dalam rangka untuk memenuhi tugasnya sebagai
seorang pendidik, untuk melihat atau mengetahui seberapa tinggi tingkat
keberhasilan dari kegiatan yang dicapai.
Evaluasi adalah sebuah
proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa dan
bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai.
Fungsi evaluasi proses
pengajaran adalah:
1) Untuk
mengetahui perkembangan dan kemampuan anak didik setelah melakukan kegiatan
belajar.
2) Untuk
mengetahui sampai dimana keberhasilan suatu metode yang digunakan
3) Untuk
mencari perbaikan
Tujuan evaluasi proses
pengajaran adalah untuk menilai keefektifan dan efesiensi kegiatan mengajar
sebagai bahan untuk perbaikan atau penyempurnaan program dan pelaksanaannya.
Kesimpulan :
·
Proses
pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara
guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif
untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001). Begitu banyak tahapan
pembelajaran yang harus guru pelajari guna mendukung kegiatan pembelajarannya.
Namun pada umumnya, secara sederhana tahapan pembelajaran terdiri dari tahap
pra pembelajaran, penyajian pembelajaran dan tindak lanjut pembelajaran. Dengan
mengetahui berbagai proses pembelajaran diharapkan seorang guru dapat
menerapkan semua proses tersebut didalam kegiatan pembelajarannya, hal ini
dimaksudkan agar pembelajaran lebih sesuai dengan tujuan yang diharapkan, lebih
optimal, lebih terstruktur, lebih menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan, menarik, efektif, dan efesien.
·
Berdasarkan alasan-alasan
diatas penulis dapat memberi kesimpulan, bahwa pentingnya Strategi dalam Proses
Belajar Mengajar itu sangat penting untuk membangun, mendidik dan menciptakan
anak didik yang memiliki potensi dan pola pikir yang baik dan positif. Sebab
bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru yang profesional dan
menjalankan tugas pangilannya untuk memberikan apa yang telah diketahui kepada
siswa di kelas.
·
Tanggung
jawab dalam melayani siswa adalah besar dan itu yang menentukan arah pendidikan
suatu bangsa. Bukan hanya kecerdasan intelektual saja yang dibutuhkan melainkan
harus pandai dalam menyampaikan kepada peserta didik dengan metode-metode,
teknik-teknik dan strategi yang bijaksana agar proses belajar mengajar itu
tidak monoton dan menyenakan bagi siswa serta mudah dicerna dan di pahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar